MTsN 1 Paron Borong Peraih Siswa Terbanyak Nilai Nun Tertinggi

PARONNGAWI – Tak berlebihan kirannya bila lembaga sekolah ini baru bisa disebut namanya sekolah faforit, bagaimana tidak? Terbukti tiga lemari besar penuh berjejal piala kejuaraan, bahkan masih ada beberapa yang ditaruh diatas meja karena sudah tidak ada tempat, sungguh luar biasa.

Memang tolok ukur keberhasiln sebuah lembaga sekolah, MTsN 1 Paron terpenuhi semua, baik prestasi akademik maupun non akademik. Dengan fasilitas gedung sekolah yang rapi,indah dan nyaman, lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini tak henti-hentinya mewujudkan tujuanya yaitu ; membentuk pribadi muslim yang beraklak mulia,berbasis keilmuan yang luas, memiliki ketrampilan yang memadai berdedikasi tinggi.

MTsN 1 Paron yang dipimpin oleh Drs. M. Bisri Mustofa, M.Pd atau yang biasa di sapa Yai Bisri ini, berhasil menempatkan 4 siswa, jumlah siswa terbanyak se- MTs Ngawi dengan nilai tertinggi UN, MTs tingkat kabupaten. Perlu diketahui bahwa beberapa  sekolah lain cuma berhasil menempatkan 1 atau 2 siswanya saja.

Menurut Kepala MTsN 1 Paron, Drs. M. Bisri Mustofa, M.Pd yang merupakan salah satu kyai karismatik di Ngawi, melalui guru kurikulum kesiswaan, dalam tahun ini saja minimal ada 5 juara umum dan juara 1 yang diraih, misalnya  Juara 1 pidato bahasa inggris, juara umum cerdas cermat Pramuka, juara 1 Formawi Indonesia Olympiad SMP/MTs se-Ngawi, juara 1 KIR,PAI tingkat MTs se-Ngawi, Juara 1 olympiade, Matematika, IPS, AGAMA.

Pada acara Wisuda dan pelepasan siswa kelas 1X  (17/6 ), berbagai kretivitas dan bakat murid-murid ditampilkan, mulai musik,kreasi pakaian dari bahan baku limbah kertas dan plastik, dan yang paling menyedot perhatian adalah penampilan drama cerita budaya tradisional daerah yang berjudul Roro Jungrang dan Roro Mendut berbahasa Inggis, peserta terlihat  fasih dengan dialog bahasa internasional itu, begitupun siswa-siswa maupun guru-guru yang menontonya, terbukti mereka semua serempak ketawa ketika dialog tertentu berlangsung, sedang wartawan Cuma bisa diam menganalisa saja, em… mungkin kata-katanya lucu, karena memang tidak banyak mengerti bahasa londo itu.

Jadi tidak mengherankan bila masyarakat sampai luar kecamatan berebut untuk bisa menyekolahkan anaknya  di MTsN 1 Paron, seperti penuturan beberapa kepala sekolah lain ini. “Yaa… jujur kita masih kalah dengan sekolah tesebut, “ katanya.  (Bd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>